Pelaksanaan PembaTIK 2022 telah sampai pada level yang terakhir yaitu Level 4. Setelah proses yang panjang dan mendapatkan hasil kelulusan pada level 3, akhirnya terpilih 30 peserta terbaik setiap provinsi yang berhak untuk mengikuti PembaTIK Level 4 yang merupakan level terakhir dalam pelaksanaan kegiatan PembaTIK 2022.
![]() |
| Kuliah Umum PembaTIK Level 4 2022 |
Pelaksanaan Kuliah Umum PembaTIK Level 4 2022 - Hari Pertama
Pada hari pertama pelaksanaan Kuliah Umum PembaTIK Level 4 2022, diawali dengan kegiatan pembukaan yaitu pemaparan Laporan Kegiatan PembaTIK 2022 oleh Kepala Pusdatin Kemendibudristek, Dr. Muhammad Hasan Chabibie, S.T., M.Si. Beliau menyampaikan bahwa Pandemi yang dialami dunia mengajarkan hal yang luar biasa. Memperlihatkan bahwa teknologi memiliki peran yang sangat penting untuk meningkatkan proses pembelajaran dan kegiatan administrasi lainnya. Sehingga melalui perkembangan teknologi selama Pandemi ini, kita dapat mengambil banyak pelajaran yang kemudian diberikan penguatan untuk dapat memaksimalkan manfaat yang kita dapatkan. Selain itu, Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim juga telah meluncurkan kurikulum merdeka belajar yang memberikan peluang yang luas bagi satuan pendidikan, kepala sekolah dan bapak/ibu Guru untuk mengembangkan diri dan berkreasi dengan mengoptimalkan penggunaan perangkat teknologi informasi. Melalui peristiwa pandemi dan peluncuran kurikulum yang dioptimalkan dengan teknologi, diharapkan dapat memberikan percepatan perkembangan dunia pendidikan di Indonesia. Maka dari dilaksanakan PembaTIK 2022 ini, dimana saat ini telah mencapai level 4 dengan mengusung tema:
Berkolaborasi dan Bertransformasi Menumbuhkan Ekosistem Digital Menuju Merdeka Belajar
Kemudian Sekertaris Jendral Kemendikbudristek, Ir. Suharti, Ph.D. memberikan pengarahan dan sekaligus membuka kegiatan PembaTIK Level 4 2022. Beliau menyampaikan bahwa pada tahun ini, hampir 30.000 Guru yang tercatat sebagai peserta PembaTIK. Kegiatan PembaTIK dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi Guru dalam penguasaan TIK. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membangun model pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman dan teknologi. Kegiatan PembaTIK disusun berdasarkan klasifikasi yang ditentukan oleh UNESCO yaitu level 1 literasi, level 2 implementasi, level 3 kreasi yang ditambahkan dengan level 4 yaitu berbagi dan berkolaborasi. Dengan semangat Merdeka Belajar diwujudkan dalam berbagai program untuk dapat menumbuhkan kemandirian dan kemerdekaan dalam pembelajaran. Dalam hal ini, teknologi digunakan untuk dapat menciptakan model pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. PembaTIK ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan Guru dalam literasi TIK, implementasi model pembelajaran berbasis TIK dan diharapkan juga untuk dapat berbagi dan berkolaborasi. Kemudian dalam pelaksanaan PembaTIK juga akan dipilih Duta Teknologi, yang diharapkan untuk berkontribusi lebih besar dalam membangun budaya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bagi guru dan komunitas agar pembelajaran menjadi lebih relevan dan efektif.
Pada hari pertama ini, sesi pertama materi dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Ricardus Eko Indrajit, M.Sc., M.Ba., M.Phil., M.A. yang menyampaikan terkait Metaverse dalam Dunia Pendidikan. Beliau menyampaikan bahwa dunia pendidikan akan mulai memasuki era metaverse mengingat pesatnya perkembangan teknologi yang terjadi saat ini. Masa depan dunia pendidikan teknologinya bukan lagi pada media sosial, learning management system dan teknologi-teknologi yang kita kenal saat ini akan tetapi teknologi yang akan merubah dunia pendidikan adalah teknologi AR (Augmented Reality) dan VR (Virtual Reality). Zuckerberg mengatakan bahwa setelah media sosial, setelah internet yang akan hadir dalam kehidupan manusia adalah dunia virtual, dimana untuk bisa masuk ke situ membutuhkan perangkat atau device. Dan teknologi yang berada di belakang itu adalah Virtual dan Augmented Reality. Di dalam metaverse ada unsur pendidikan, pedagogi kolaboratif, imajinatif, semua ada disana.
Kehadiran Metaverse ini akan membawa beberapa dampak yaitu:
- alam semesta akan kembali menjadi sekolah yang holistik dan kontekstual
- interaksi dan komunikasi jarak jauh semakin menarik dan menyenangkan
- eksperimen dan eksplorasi ilmu bersifat tidak terbatas dan menyeluruh
- dunia dapat dihadiri oleh siapa saja tanpa adanya batasan ruang dan waktu
- belajar untuk mencipta dapat dilakukan sendiri dan sesegera mungkin
- laboratorium hidup menjadi tulang punggung pengembangan kompetensi
- sekolah virtual akan bertebaran di mana-mana dengan beragam bentuk
- bentuk dan sumber belajar akan mengalami revolusi besar-besaran
- pendidik virtual berbasis kecerdasan artifisial akan banyak bertebaran
- model evaluasi pembelajaran menjadi sangat bervariasi dan unik.
Sebelum menutup pemaparannya, beliau menyampaikan pesan,
Guru yang berhenti belajar pada hakikatnya, dia telah berhenti menjadi Guru. Peran Guru tidak akan pernah tergantikan oleh teknologi karena teknologi tidak akan pernah bisa memberikan inovasi, tidak akan bisa memberikan inspirasi dan aspirasi tetapi Guru yang tidak memanfaatkan teknologi cepat atau lambat akan segera tergantikan.
![]() |
| Hairun Nissa, S.Pd., M.Pd. |
Kemudian sesi kedua, materi disampaikan oleh Hairun Nissa, S.Pd., M.Pd. membahas tentang Komunitas Belajar Implementasi Kurikulum Merdeka. Komunitas Belajar adalah guru dan tenaga kependidikan yang belajar bersama-sama dan berkolaborasi secara terus menerus untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga berdampak pada hasil belajar peserta didik. Tujuan Komunitas Belajar yaitu:
- meningkatkan kompetensi Guru, Tenaga Kependidikan dan pendidik lainnya
- membangun budaya belajar bersama yang berkelanjutan
- memfasilitasi interaksi dan kolaborasi antara anggota komunitas untuk belajar secara berkelanjutan
- menumbuhkan percayaan diri bagi anggota untuk berpartisipasi aktif di dalam komunitas
- menerapkan hasil belajar yang diperoleh dari komunitas pada pekerjaan sehari-hari
- merefleksikan hasil pelaksanaan pembelajaran untuk mendapatkan umpan balik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih efektif.
Peran Komunitas Belajar dalam Implementasi Kurikulum Merdeka yaitu:
- Memfasilitasi Belajar Bersama Tentang Kurikulum Merdeka.
- Memfasilitasi Diskusi untuk Memecahkan Masalah dan Berbagi Praktik Baik Seputar Kurikulum Merdeka.
- Memfasilitasi Kolaborasi Pengembangan Perangkat Ajar Berbasis Kurikulum Merdeka.
- Memfasilitasi Refleksi Pembelajaran Rekan Sejawat.
Untuk mendapatkan informasi menyeluruh panduan lengkap dapat diakses melalui Panduan Platform Merdeka Mengajar .
Pelaksanaan Kuliah Umum PembaTIK Level 4 2022 - Hari Kedua
![]() |
| Wibowo Mukti, M.Si |
Pada hari kedua kegiatan Kuliah Umum PembaTIK Level 4 2022 ini, dibuka dengan sesi pertama oleh Wibowo Mukti, M.Si. Beliau memaparkan tentang Platform Teknologi Kemdikbudristek. Saat ini Kemdikbudristek sedang mengembangkan beberapa platform teknologi prioritas. Platform ini diciptakan untuk mengatasi krisis pendidikan yang terjadi di Indonesia. Platfrom teknologi yang dikembangkan Terbagi menjadi dua bagian besar, yang pertama adalah e-learning dan yang kedua e-administration. Ekosistem teknologi pendidikan yang diciptakan antara lain:
- Merdeka Mengajar
- Raport Pendidikan
- Arkas
- Siplah
- Tanya BOS
- Akun belajar.id
- Kampus Merdeka
Persebaran ekosistem teknologi sudah mencakup kepada 362.000 sekolah di 514 kabupaten dari seluruh Indonesia mulai dari jenjang SD, SMP, SMK, dan PAUD. Sudah digunakan 2,7 juta lebih guru di seluruh Indonesia, 724.000 mahasiswa dam 2.700 mitra industri yang ikut bergabung dalam platform teknologi atau ekosistem pembelajaran ini.
Sesi yang kedua, pemaparan materi disampaikan oleh Nino Budiyanto. Beliau menyampaikan bahwa Guru Juga Perlu Public Speaking. Public Speaking adalah Kegiatan berbicara dengan efektif secara langsung dihadapan satu atau banyak orang. Alasan harus memiliki kemampuan public speaking adalah:
- banyak orang sukses berawal dari menjadi "a good speaker"
- tuntutan zaman dan teknologi
- tuntutan profesi
- persaingan.
Seorang Guru juga harus memiliki kemampuan public speaking alasannya adalah Guru bisa menyampaikan materi pembelajaran lebih efektif. Kemudia, Guru bisa menyampaikan materi pembelajaran lebih menyenangkan. Ketiga, Guru bisa mengendalikan kelas. Keempat, menumbuhkan sikap leadership. Kelima, membuka peluang lebih besar untuk karir. Akan tetapi terdapat masalah untuk bisa memiliki kemampuan public speaking masalah tersebut mungkin dihadapi oleh banyak orang yaitu meragukan diri sendiri. Hal yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu rubah cara pandang, gunakan improvisasi dan turunkan ekspektasi hasil. Kita harus percaya diri untuk berani tampil dengan cara:
- Evaluasi diri secara objektif
- Beri penghargaan ke diri sendiri secara jujur
- Positive thinking
- Self-Affirmation
- Berani ambil resiko
- Menetapkan tujuan yang realistik
- Bersyukur kepada Tuhan
- Berdoa
Public Speaking adalah skill yang dapat dilatih, dapat dipelajari dan dapat dipraktikkan. Intinya adalah percaya diri bahwa kita masih banyak harus belajar.
Demikianlah catatan saya saat mengikuti Kegiatan Kuliah Umum PembaTIK Level 4 2022. Mari terus gaungkan semangat Berbagi & Berkolaborasi, dan bersama sama
Berkolaborasi dan Bertransformasi Menumbuhkan Ekosistem Digital Menuju Merdeka Belajar
.jpg)



